Keguguran (Abortus)

Keguguran (Abortus)Keguguran atau istilah medisnya dikenal dengan Abortus adalah kondisi dimana keluarnya embrio secara tiba tiba dari kandungan, keadaan seperti ini umumnya dialami pada usia yang masih sangat dini atau kurang dari 20 minggu. kondisi seperti ini bisa dialami oleh siapa pun, dan keadaan yang seperti ini sangat di takutkan dan sangat di khawatirkan oleh setiap ibu hamil. sebab embrio yang keluar tentunya tidak akan menjadi janin dan bayi, maka dari itu untuk yang mengharapkan kehamilan pasti kan terasa kecewa.

keguguran yang terjadi secara tiba tiba bisa menimbulkan gejala atau pun ciri, tetapi di kondisi tertentu gejala keguguran pun tidak akan dirasakan untuk beberapa wanita yang mengalaminya. maka dari itu menjaga kandungan sangat lah penting, sebab di tiga bulan pertama masa kehamilan sangat lah rentan untuk terjadi keguguran, karena itu di butuhkan perhatian khusus untuk menjaga keguguran dengan baik.

Penyebab Keguguran

Penyebab Keguguran

Penyebab Keguguran (Abortus)

Penyebab keguguran (Abortus) belum diketahui sampai pada saat ini, yang jelas keguguran terjadi karena disebabkan oleh janin mati di dalam kandungan, sehingga kondisi ini yang menyebabkan embrio keluar dari kandungan atau rahim. ada pun beberapa faktor penyebab keguguran (Abortus) terjadi yang perlu diketahui, sehingga dapat menjaga kandungan dengan baik agar tidak mengalami keguguran (Abortus) :

  • Usia sang ibu. Risiko keguguran akan meningkat seiring usia ibu yang menua. Wanita yang hamil di atas usia 35 tahun memiliki risiko keguguran lebih tinggi. sebab kondisi kandungan atau rahim yang di miliki oleh wanita yang usianya tidak lagi muda lebih mudah, sehingga mempengaruhi kandungan. untuk itu ada usia ideal waktu hamil sekitar usia 20 sampai dengan 30 tahunan.
  • Pengaruh masalah kesehatan sang ibu, misalnya karena ada masalah pada plasenta, memiliki struktur rahim yang abnormal, leher rahim yang lemah, atau menderita sindrom ovarium polikistik.
  • Penyakit jangka panjang (kronis), misalnya hipertensi yang parah, gangguan ginjal, penyakit lupus, atau diabetes yang tidak terkendali. wanita yang hamil dalam kondisi kesehatan yang kurang baik karena mengidap gangguan kesehatan tertentu sehingga hal ini menyebabkan terjadinya keguguran (Abortus) lebih besar potensinya.
  • Pengaruh infeksi tertentu, seperti malaria, toksoplasmosis, rubela, sitomegalovirus, chlamydia , gonore, atau sifilis. faktor risiko terjadinya keguguran (Abortus) pun lebih besar pada wanita yang pernah mengalami penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang biasanya juga dikarenakan penyakit kelamin menular. karena mulut rahim, atau leher rahim yang di infeksi dan akan masuk ke bagian rahim lainnya sehingga ketika ada janin maka akan berisiko untuk menyebabkan embrio mati sehingga meningkatkan terjadinya keguguran.
  • Konsumsi obat-obatan yang berefek samping buruk pada janin, misalnya retinoid, misoprostol, dan obat anti-inflamasi non-steroid. potensi untuk mengalami keguguran (Abortus) juga bisa terjadi karena menggunakan obat obatan tertentu. obat memang tidak bisa di konsumsi secara sembarangan tanpa izin atau konsultasi dari dokter sehingga potensi untuk mengalami keguguran akan semakin tinggi. meskipun janin selamat, jika ada obat obatan terlarang di konsumsi wanita hamil maka bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan mengalami kelainan seperti anak autis salah satu faktor risikonya.
  • Pernah mengalami keguguran.Akan lebih rentan juga mengalami keguguran (Abortus) apabila sebelumnya pernah mengalami keguguran juga, karena kondisi kehamilan yang lemah.
  • Merokok selama hamil.Racun dari rokok yang masuk di gunakan secara langsung atau terhirup karena kondisi udara yang kurang baik pun juga bisa menyebabkan keguguran (Abortus).
  • Mengkonsumsi minuman keras atau menggunakan obat-obatan terlarang selama masa kehamilan. faktor risiko terjadinya keguguran (Abortus) akan lebih tinggi di saat ketika hamil mengkonsumsi minuman keras atau asupan yang kurang sehat meningkatkan risiko (Abortus).
  • Kelebihan atau kekurangan berat badan.

Gejala Keguguran (Abortus)

Keguguran (Abortus) di bisa menunjukkan beberapa gejala yang akan dialami oleh penderitanya. gejala yang terjadi biasanya dengan adanya bercak coklat yang dikeluarkan dari vagina, meskipun tidak semua flek hitam atau bercak yang dikeluarkan bukan berarti tanda keguguran juga, tetapi apabila mengalami kondisi seperti ini sebaiknya lebih hati hati. gejala keguguran lainnya meliputi keluarnya cairan atau jaringan (gumpalan darah) dari vagina, serta hilangnya tanda-tanda kehamilan seperti mual atau payudara yang sensitif.

Pencegahan Keguguran (Abortus)

Siapa pun bisa berpotensi mengalami keguguran (Abortus) untuk itu perlu sekali melakukan pencegahan keguguran (Abortus). langkah pencegahan yang bisa dilakukan seperti berikut :

  • Pola makan yang sehat sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, sebab kebutuhan nutrisi akan bertambah besar sejak hamil. karena itu agar janin bertahan di dalam kandungan maka bisa makan makanan yang sehat dan pola makan yang baik.
  • Hindari hal hal yang membahayakan kandungan dan memicu keguguran (Abortus), seperti hindari asupan minuman keras, obat terlarang atau tanpa anjuran dokter, rokok, dan hal buruk lainnya.
  • Melakukan suntik vaksin tertentu pun juga bisa dilakukan untuk pencegahan keguguran (Abortus) sebab virus juga memicu keguguran.
  • Menjaga berat badan dengan baik agar menurunkan risiko terjadinya keguguran (Abortus), karena jika terlalu kurus pun tidak baik untuk kandungan. (By:RM)

Keguguran (Abortus)


=====================================

>>> Sihrahim Untuk Mengobati Selepas Keguguran, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Keguguran and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *